Kegiatan

16 Guru Mitra dari Gorontalo, Kalteng dan NTT Betah di Kauman

KOTA PEKALONGAN – Bertepatan dengan libur Tahun Baru Hijriyah (11/9) sebanyak 16 Guru Mitra berkunjung ke Kampoeng Batik Kauman. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memberikan pengetahuan tentang budaya lokal masyarakat Kota Pekalongan terkait dengan produksi batik kepada para peserta Program Kerjasama Guru SMP Melalui Kemitraan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dalam hal ini dikoordinasi oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Guru Mitra merupakan program pemerintah dalam pertukaran guru dari beberapa daerah.

Ketua Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman (PKBK) HM. Husni Mubarok dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kampoeng Batik Kauman cukup perhatian dengan pendidikan.

“Adanya kurikulum muatan lokal berupa produksi batik yang diajarkan di sekolah-sekolah di Kota Pekalongan menjadi salah satu usaha mengembangkan dan mempertahankan keberlangsungan industri batik sejak di sekolah. PKBK cukup aktif memberikan pelatihan produksi batik kepada siswa sekolah juga para mahasiswa”.

8c7ede36-8ca1-48d8-9ee4-d6dd876cf33a
Guru Mitra dari Gorontalo, Kalteng dan NTT bersama Guru Pendamping dan Pengurus Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman Pekalongan (11/9/2018) – Dok. PKBK

Sementara Bapak Hasyim yang mewakili 16 Guru Mitra memberikan apresiasi Kampoeng Batik Kauman yang mampu menjaga kelestarian batik yang sudah turun temurun hingga generasi ketiga dan keempat. Adanya sejumlah showroom dan workshop batik yang dapat langsung ditemukan sejak memasuki gang di kauman, menurutnya menjadi daya tarik yang berhasil disuguhkan oleh Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman.

Hadir pula dalam kunjungan ini Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pekalongan, H. Zainul Hakim SH. M Hum. Beliau berharap dan mengajak para Guru Mitra untuk dapat membantu mempromosikan kepada masyarakat daerah masing-masing untuk berkunjung ke Kota Pekalongan, karena Pekalongan adalah Kota Batik Dunia “Pekalongan The World’s City of Batik” juga sebagai Kota Kreatif Dunia sejajar dengan Kota Bandung.

Rombongan Guru Mitra kemudian melanjutkan keliling ke sejumlah workshop dan showroom perajin batik yang ada di Kampoeng Batik Kauman dan betah berlama-lama hingga siang hari.(mk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *