Kunjungan

Ada Apa Ini, Jurnalis Asing Datangi Kampoeng Batik

f1e22b5a-da4a-4244-805b-4eff6943a2e6
KUNJUNGI – 12 jurnalis asing dari Eropa didampingi pengurus PKBK saat mengunjungi Kampoeng Batik Kauman sebagai bagian dari Familirization Trip yang digelar Kemenpar RI.
DOK PKBK

KOTA PEKALONGAN – Mengangkat tema tentang batik 3 negeri, 12 jurnalis asing dari sejumlah media pariwisata di Eropa, mengunjungi Kampoeng Batik Kauman sebagai bagian dari Familirization Trip yang digelar Kementrian Pariwisata RI. Para jurnalis asing tersebut juga mengunjungi sejumlah lokasi lain dan mengikuti diskusi bersama tokoh batik Kota Pekalongan.

“Sebenarnya ini merupakan program dari Kemenpar untuk mengangkat batik 3 negeri. Kota Pekalongan menjadi salah satu daerah yang dikunjungi karena mempunyai ikatan maupun sejarah dengan batik 3 negeri. Selain Kota Pekalongan mereka juga mengunjungi Lasem, Solo, Semarang dan Jogja,” tutur Pengurus Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman (PKBK), Triaz Aditya.

Didampingi sejumlah pengurus PKBK lainnya, 12 jurnalis yang berasal dari lima negara yakni Inggris, Spanyol, Prancis, Belanda dan Rusia, diajak berkeliling ke sejumlah lokasi. Dikatakan Triaz, Kauman memiliki ikatan kuat terhadap perkembangan batik yang dapat dikisahkan kepada para jurnalis tersebut.

“Kauman sebagai salah satu kampung wisata batik memiliki sejarah yang cukup kuat. Disini, kegiatan batik sudah berlangsung turutn temurun dan saat ini sudah turunan ke tiga. Kemudian hampir semua warga di Kauman memiliki hubungan kekerabatan dan hampir semuanya produsen batik. Disini juga terdapat rumah-rumah yang masih mempertahankan pola lama dimana sebagian besar di bagian belakang rumah adalah workshop batik. Mereka juga kami ajak melihat Masjid Jami Kauman,” jelasnya.

Sebelum ke Kampoeng Batik Kauman, mereka juga diajak mengunjungi batik Oey Tsoe Tjoen, Musem Batik, dan workshop batik warna alam atau indigofera milik Zahir Widadi serta kunjungan ke workshop Wirokuto Batik. “Konsep wisata dikombinasikan dengan story telling menjadi tujuan dalam interpretative tour kali ini sebagai upaya mengenalkan dan mengisahkan batik di Pekalongan,” tambah Triaz.

Trip tersebut merupakan trial pertama dari Kemenpar untuk menggali cerita dari suatu potensi daerah. Untuk itu kunjungan dipilih ke lokasi yang memiliki sejarah yang kuat untuk menambah bahan wawasan dan pengetahuan para jurnalis asing tentang kebudayaan Indonesia.(nul)

Penulis: M Ainul Atho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *